Selasa, 16 April 2019

Dibalik Viralnya Sexy Killers, dari Ramuan Hingga Data-datanya, Real Pojokkan Jokowi-Maruf

 
Entah maksud apa dari penayangan video Sexy Killer yang boleh dikatakan baru 3 hari saja tayang, di hari ketiga ini, tayangan per  dua jamnya traffic dari viewnya bisa meningkat 500 ribuan. Dimana jika kita cek peningkatan dari view-nya sungguh amat mencengangkan dan menggoyaang konstelasi dan kepercayaan dari para pemilih pemula yang akan mungkin-mungkin mengalihkan pilihannya.

Dimana total viewnya saja per hari ini Selasa (16/4) pada pukul 19.00 WIB sudah mencapai 7,9 juta. Padahal pukul 17.00 lalu angka trafficknya sekitar 7,4 juta. Maka kita tinggal melihat betapa angka dasyatnya nanti kira-kira hingga pada pukul 00.00 WIB. Apakah akan menyentuh angka 10 juta penonton?


Penulis sendiri melihat secara garis besar bahwa tayangan ini justru sangat memojokkan pihak Jokowi dan orang-orang yang ada di belakangnnya. Terutama amat sangat menyerang Bapak Luhut Binsar Panjaitan. Maka jika melihat film ini, mungkin kita harus memasang kecermatan mata kita di dalam melihat angka-angka ataupun data-data yang ditampilkan.

**Melihat Ramuannya**

Adapun ramuannya boleh dibilang sangat apik di dalam menyampaikan sejak dari awal atau di pembukaannya. Di awali dengan kisah seorang sepasang suami istri yang baru menikah dan bagaimana mereka menghabiskan item per item listrik yang dihabiskan dengan peralatan-peralatan yang ada di rumah tangga kita pada umumnya. Seperti laptop, TV, smartphone, kulkas dll.

Bahkan boleh dibilang pembukaannya sangat spektakuler merebut perhatian kita. Apakah akan bentuk drama atau tidak? Tapi akhirnya yang dimunculkan persis seperti omongannya Bapak Sandiaga Uno, Ibu ini, Ibu itu, Bapak ini dan Bapak itu. Sehingga dengan kesaksian satu, dua dan tiga orang saja maka akhirnya bisa menyimpulkan bahwa apa yang sudah dikerjakan oleh Pemerintah selama ini betul-betul menyengsarakan rakyat secara keseluruhan.


Kemudian pada isi atau kontentnya tentang upaya untuk menolong lingkungan kita dan bagaimana terganggunya si pembuat video akan PLTU dan bagaimana batubara di keruk oleh perusahaan-perusahaan besar yang didalamnya ada orang-orang pemerintahan. Bagaimana seolah-olah Bapak Luhut Panjaitan-lah yang berada di belakang seluruh perusahaan-perusahaan yang berkuasa di dalam merealisasikan mega proyek  listrik yang harus dikerjakan pada zamannya Jokowi.

Dan di bagian penutup bagaimana wanita-wanita seksi yang seolah ingin memanjakan mata kita seakan ingin menunjukkan bahwa the *sexy is the real killer.* Supaya judul sama isi sama nyambungnya.

**Melihat Data-Data yang ditampilkan**


Bagi yang sudah menonton, mungkin kita sama-sama mencoba melihat detil demi detil data-data yang ditampilkan di dalam video tersebut. Dimulai dengan skenario di menit 23 :05, PT yang dimiliki oleh Luhut Panjaitan yang perusahaan Induknya PT Toba Bara,yang mempunyai 3 anak perusahaan yakni PT Adimintra Baratma Nusantara (13 lokasi), PT Trisena Mineral Utama (14 lokasi) dan PT. Indomining (14 Lokasi). Serta satu anak perusahaan, yakni PT Kutai Energi (9 Lokasi). Dengan total lahan yang dikuasi hanya 14.000 HA.  


Kemudian di menit 38:57, ditunjukkan bagaimana akhirnya PT Saratoga Investma Sedaya yang dimiliki oleh Sandiaga akhirnya dijual  ke PT Toba Bara dengan nilai Rp.130 Miliar. Kemudian ada wawancara Aiman dengan Sandiaga yang mengakui sahamnya memang dijual di 3 hari berturut-turut bulan November 2018, 26,27, 28 November  dengan nilai : 10 juta, 39,4 juta dan 28 juta lembar saham. Seakan-akan PT Toba Baralah yang kini akhirnya menguasai saham yang dimiliki oleh PT Saratoga.

Lanjut tentang data PT Rakabu Sejahtera yang dimiliki oleh Jokowi, yang dinyatakan dalam menit 1:07:45, bahwa PT tersebut kini bukan hanya bisnis tentang mebel dan furniture, pengeÄ«lolaan kayu, pengangkutan hingga kebutuhan rumah tangga, juga sudah melebarkan bisnisnya  dalam bidang konstruksi, pembebasan lahan, real estate, properti, pengerjaan beton, instalasi mesin, jaringan telekomunikasi, multimedia, reklame dan perikalanan dan pengembangan wilayah transmigrasi.


Dimana dinyatakan bahwa PT Toba Bara yang dimiliki oleh Luhut bersama tim Bravo 5 pada tiga anak perusahaannya, telah memberikan modal awal untuk mengembangkan PT Rakabu Sejahtera sebesar Rp.31 miliar untuk bisa mengembangkan bisnis dari mebel ke seperti yang ditunjukkkan di atas, yakni ke berbagai sektor.

Bahkan dinyatakan lagi bagaimana Gibran Rakabuming sebelumnya menjadi direktur PT Rakabuming tapi sekarang digantikan oleh anak bungsunya Kaesang Pangerap. Padahal jika kita lihat bagaimana Kaesang sendiri, statusnya masih kuliah di Singapura, kemudian dia juga sibuk dengan bisnis pisangnya. Apakah sempat mengurus bisnis PT Rakabu Sejahtera? Apalagi Gibran, yang jelas-jelas punya bisnis martabak, dan kini sudah mulai mengelola di beberapa tempat lainnya juga.

Jadi untuk hal ini, kira-kira data-datanya semua ngibul alias masih butuh konfirmasi lebih lanjut lagi. Sebab kita lihat sendiri, Bapak Jokowi sendiri tidak memberikan kesempatan sama sekali kepada anak-anaknya untuk menggunakan kekuasaan yang dimiliki papanya dinikmati oleh anak-anaknya. Bahkan untuk jualan pisang atau martabak saja dilarang untuk menjualnya ke pemerintahan.

Kemudian di menit 1:14:03 mencoba menghubungkan ke Kyai Maruf Amin lewat bisnis syariah yang seolah-olah dikeluarkan olehnya melalui badan usaha syariah di MUI. Dimana pemberian label halal ke 6 perusahaan dari 10 penambang terbesar di Indonesia,  dicurigai ada upaya-upaya terselubung. Yakni ke PT Adaro Energy, Indika Energy, IndoTambangraya Mega (TMG), Harum Energy, Bayan Resources, Tambang Batu Bara Bukit Asam PT Toba Bara Sejahtera (TOBA).


Diduga 10 penambang ini akan menikmati kue usaha pengembangan 35 ribu Mega Watt listrik teralisasi di Indonesia. Sebab di samping pengembangan PT Penambangan tersebut juga berdiri PLTU yang diduga menjadi biang keladi perusak lingkungan terbesar di Indonesia ini.

Sehingga diduga besar hubungan dan adanya unsur kepentingan dari masing-masing pemerintahan yang sedang berkuasa saat ini dan bagaimana proses majunya mereka untuk kembali berkuasa.


Padah/al kita ketahui sendiri bagaimana Kyai Maruf Amin sudah tidak menjabat apa-apa lagi di MUI. Tapi di video tersebut jelas menunjukkan bahwa ada unsur kepentingan bisnis yang sedang terjadi.

Maka kesimpulannya apa yang bisa kita dapatkan dari viralnya video Sexy Killer di atas? Benar-benar ingin merusak bahwa jalannya pemerintahan sekarang-pun yang sudah baik saja, dirusak oleh data-data yang dimunculkan sekarang ini. Ingin menyatakan bahwa pemerintah bukan hanya turut ambil bagian didalam merusak lingkungan alam kita, juga ada unsur kepentingan bisnis dari masing-masing politikus yang sedang berkuasa ingin mengamankan usahanya yang kini sedang berkembang.

Oleh karena itu, mungkin ada baiknya dari pihak TKN segera mengkonfirmasi dari viralnya video movie ini. Sebab kita masyarakat ingin tahu data dan fakta kebenaran sebenarnya bagaimana?
   

Sabtu, 02 Februari 2019

Tanya Dirimu : Apakah Engkau ini Bukan Laki-Laki?



(1 Samuel 26 : 7-25) 


Ini menjadi bagian kedua tulisanku tentang tiap 10 hari perjalananku di sepanjang tahun 2019 ini. Dimana ujungnya dari seri #inpirasi10HariBersamaTuhan ini tentu bukan menjadi sesuatu catatan yang biasa saja, tapi ada harapan kedepannya ini jadi seri perjalanan bersama Tuhan yang bisa menginspirasi para pembaca sekalian. Dan kedepannya akan dalam bentuk format buku.

Dengan tulisan pertamaku tepat di tanggal 10 Januari lalu, menuliskan tentang “Beda Pendidik, Anak dan Bapa” (1 Korintus 4 :15), di dalam menghadirkan kerajaan Allah bisa hadir di bumi ini. Dimana penekannya kita bisa punya banyak pendidik di dalam Kristus, tapi hanya satu bapa kita. Yaitu sosok bapa yang telah memperkenalkan kita kepada siapa Kristus itu sesungguhnya.

Untuk menjadi sosok ‘anak’ juga penting, dimana ketika Paulus boleh memberikan anak-nya supaya jemaat yang dilayani di Korintus tidak terpecah, yang akhirnya hilang dan binasa karena tidak punya sosok teladan yang riil kembali. Maka Timotius adalah jawaban dari pemberian teladan hidup Paulus yang sudah dihidupkkannya.

Ternyata untuk menjadi laki-laki itu sulitnya luar biasa. Ada resiko yang harus ditanggung jika kita tidak menjalankan peran tersebut di dalam kehidupan kita sehari-hari. Disamping itu untuk menjadi lelaki Tuhan, hal itu adalah sebuah amanah yang harus kita kerjakan juga.

Maka kali ini ketemu dengan perikop dari satu ayat alkitab, yang ayatnya begitu keluar dan menjadi rema yang begitu dalamnya. Hal ini juga kubagikan saat sharing firman ibadah subuh bersama dengan mahasiswa pada Senin (21/1/2019) pagi.

Tertulis jelas di dalam perikop 1 Samuel 26:15, “ Apakah engkau ini bukan laki-laki?” Jika kita lihat dalam perikop lengkapnya, Kemudian berkatalah Daud kepada Abner,”Apakah engkau ini bukan laki-laki? Siapakah yang seperti engkau di antara orang Israel? Mengapa engkau tidak mengawal tuanmu raja? Sebab ada seseorang dari rakyat yang datang untuk memusnahkan raja, tuanmu itu. “

Sebuah pertanyaan yang sarkas yang harus kita perhatikan baik-baik di dalam kehidupan kita sehari-hari. Sebab tak jarang kita melihat bahwa hidup bersama dengan sesama jenis adalah suatu kelumrahan dalam hidup kebanyakan orang sekarang. Apalagi hidup yang demikian sudah mendapatkan pengakuan beberapa negara di dunia ini.

Padahal ini jelas, bahwa hidup yang demikian adalah kekejian bagi Tuhan. Jangankan untuk hidup bersama dengan sesama jenis, tindakan untuk memakai pakaian laki-laki oleh seorang perempuan demikian juga sebaliknya (ulangan 22:5), jelas Tuhan nyatakan perbuatan dan tindakan yang demikian adalah kekejian bagi-Nya.

Maka ketika Daud mempertanyakan pertanyaan ini kepada Abner, “Apakah engkau ini bukan Laki-Laki?” Menjadi suatu pertanyaan yang sama yang bisa kita renungkan bersama makna dibalik perkataan tersebut di dalam kehidupan kita saat ini.

Tentu Daud sudah melakukan perkataan ini terlebih dahulu, baru dia akhirnya boleh memperkatakannya. Dimana ada 4 hal permenungan tentang bagaimana menjadi seorang laki-laki itu, dan kelimanya sudah dilakukan oleh Daud tentunya.

Pertama, Daud punya prinsip di dalam hidupnya (ay 9). Sekalipun Daud begitu dikejar-kejar oleh Bapak Mertuanya sendiri dan akhirnya Saul tampak tertidur di tengah-tengah perkemahan, tentu ini  adalah kesempatan yang  luar biasa untuk membunuh sang raja Saul. Tapi apa yang diperkatakannya, “Jangan musnahkan dia, sebab siapakah yang dapat menjamah orang yang diurapi Tuhan, dan bebas dari hukuman?”

Prinsipnya dia ataupun prajurit yang bersama dengannya tidak akan pernah untuk menyentuh atau membinasakan orang-orang yang sudah diurapi oleh Tuhan. Hal itu tampak jelas juga ketika Daud akhirnya memerintahkan memenggal orang yang membawa kabar tentang kematian Saul, musuhnya itu.

Oleh karena itu, menjadi laki-laki di masa kekinian harus punya prinsip di dalam hidupnya. Sebab kalau tidak, hidupnya akan senantiasa terombang-ambing dibawa oleh angin kehidupan.

Kedua, miliki tanda pengenalan itu. Ayat 15 berkata, Daud mengambil tombak dan kendi dari sebelah kepala Saul, yang bisa dijadikan tanda bahwa Abner sesungguhnya sudah lalai sebagai seorang pria. Artinya bahwa menjadi seorang Pria harus bisa mengenali tanda-tanda dari fase-fase kehidupan yang sedang dilaluinya, yang bisa dijadikan bahwa dia tetap bertahan bahkan menang di dalam hidupnya.

Ketiga, punya tugas dan tanggung jawab yang penuh yang harus diemban dalam hidupnya. Artinya ketika kita sudah mulai lengah di dalam kehidupan tersebut, mungkin ada baiknya mempertanyakan pertanyaan judul di atas, dalam kehidupan kita. “Apakah aku ini bukan laki-laki?” Kok aku mulai loyo, kok aku mulai sembarangan, kok aku mulai malas, kok aku bisa kalah.

Sehingga ketika kita bisa mempertanyakan ini, tentu akan menjadi satu energi positif untuk bisa membalikkan keadaan dari yang terpuruk kembali bersemangat, dari merasa yang tidak sanggup akhirnya bisa “finishing well”.

Keempat, ingat menjadi laki-laki taruhannya besar. Dimana nyawa kitapun akhirnya dipertaruhkan, ketika kita gagal di dalam menjalankan fungsi kita sebagai seorang laki-laki. Daud jelas berkata di ayat 15, Demi Tuhan yang hidup, kamu ini harus mati, karena kamu tidak mengawal tuanmu, orang yang diurapi Tuhan itu.

Setelah kita melakukan 4 fungsi di atas, jadi apakah untungnya bagi kita yang tetap berhasil menjalankannya. Setidaknya ada tiga hal yang akan boleh kita dapatkan. Pertama di ayat 23 jelas dinyatakan, Tuhan akan membalas kebenaran dan kesetiaan setiap orang. Yang kedua dan ketiga ada di ayat, 25. Menjadi orang yang sangat diberkati Tuhan, dan tak ada yang tidak bisa kita perbuat. Artinya kita punya kesanggupuan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang rumit sekalipun.

Penulis adalah pelayan desa dalam komunitas wadah PESAT

Rabu, 16 Januari 2019

Menulis dengan Asus di Kampung Mertua, Darurat Sinyal dan Jalannya, Liburan Tetap Asik

(Part Two)
Menulis di Kampung



Sebagai seorang penulis maka kemanapun yang namanya laptop bisa dipastikan tidak akan pernah tinggal. Baik ketika liburan sekalipun atau entah kemanapun pergi, bisa dibilang Laptop menjadi satu-satunya hal yang dibutuhkan untuk bisa mewujudkan karya-karya kita. Meskipun sudah ada HP ata gadget yang bisa dipakaikan untuk menulis,tapi sebagai penulis, kesan untuk menulis pakai laptop jauh lebih enak dibandingkan dengan hanya menggunakan HP doang.

Maka ketika pulang kampung kemarin, aku dan keluargaku memutuskan untuk pergi liburan ke tempat ke dua orang tua kami, yakni yang ada di Sibolga pas moment natalan, dan berada di Kisaran pada saat tahun baruan. Dan bisa dipastikan laptop Asus Transformer-ku tidak akan pernah ketinggalan, di dua kota itu. 




Jika di Sibolga, diriku tidak masalah dengan yang namanya sinyal. Tapi jangan tanya jika berada di berada di Kisaran. Bukan di kotanya, jauh dari pusat kota dan masuk ke dalam-dalam lagi, di sebuah pedesaan yang jalannya bisa dibilang sangat mengguncang perut dan menyakiti mata serta menyesakkan dada. Karena setengah jalannya masih berupa tanah, batu dan pasir. 

Untuk kasus jalan ini-pun, akhirnya aku buat sebuah tulisan ke media online, berharap supaya kepala desanya atau orang yang terkait bisa melirik tulisanku, dan ada perubahan. Sebab memang sudah keterlaluan, masak hingga dua keperiodean-nya memimpin desa, seakan masih bersemangat melihat jalan yang demikian parahnya?



Bersama dengan Asus Transformer Book T101 AH, kumulai untuk tetap bisa berkreasi, walau sedang liburan natalan ataupun tahun baruan. Maka bisa dibilang hampir setiap hari aku keluar dari rumah,  ke jalan besar tongkrongin sebuah kafe, yang harganya lumayan terjangkau lah. Dengan pesan 1 gelas kopi saja, maka dari siang hingga sore-nya aku tetap berada di situ.

Asus Transformerku ini termasuk tipe yang lumayan bandal, terutama dalam hal baterenya, yang terbilang awet. Meskipun dengan kondisi setengah pakai, laptop ini baru bersamaku, daya tahannya bisa cukup lama, bertahan hingga sampai 5 jam jika aku aktif bekerja dan menulis dengannya.

Ditambah lagi dengan sistem operasinya Windows 10 pro, dan layar nya model layar sentuh, bisa dipisahkan juga dari keyboarnya, maka menambah kesan high class bagi orang yang menyaksikan aksi kita tersebut. Sangat terbantu juga dengan fasilitas bloototh dan audio yang lumayan kencang.
Artinya apa dengan mengungkap segala spesifikasi Asus Transformer BOOK T101HA tersebut di atas. Adanya kepusan yang tinggi terhadap produk tersebut. 


Apalagi dikabarkan ada produk terbaru dari ASUS dengan spesikasi yang sangat tinggi, sehingga pantas harganya dibandrol sebesar Rp.26 juta-an lebih.

Disamping prosessor yang sudah menggunakan I-core 7 dan RAM-nya sebesar 16 Giga, spesifikasi yang sangat teranyar, baterenya juga lumayan tahan lama. Bisa bertahan hingga sampai 13,5 jam.  Bahkan jika dicharger hanya butuh waktu 50 menit, baterenya sudah terisi hampir 60 persen. Hal ini penting bagi seorang penulis karena tak selamanya tempat yang kita kunjungi punya aliran listrik.


Bentuk keyboard dan tuts-tutsnya dirancang dengan memperhatikan kenyamanan si pengguna. Sebab jarak antar tombol juga cukup berjarak, dan permukaan tombolnya lumayan halus, sehingga nyaman untuk kita mengetik.
 
Tampilan laptop yang stylish dan mewah, ketika kita bisa memilikinya, maka terkesan harga diri kita-pun bisa turut naik jika kita terlihat memakainya. Jadi pengen deh tahun #2019PakaiZenbook. Maka next liburanpun bisa kian tampak mantap apalagi #LiburanAsikDenganLaptopASUS menambah performa kita pun kian cetar membahana, layaknya seperti seorang Syahrini yang super duper maksimal jika ingin berkarya dan melakukan sesuatu.  

Liburan dekat Rumah Opungnya Nuel @SngapuraLand

Jadi meskipun kondisi jalan ke sana tampak setengahnya rusak, ditambah dengan kondisi sinyal yang darurat, maka keberadaan Asus tetap liburan ke kampung mertua tetap asik. Dan pernah satu hari di sela liburan tersebut pergi ke tempat water park, nama tempatnya @SingapuraLand. Ngomong satu hari supaya aku bawa ASUS-ku, supaya bisa juga kerja di sana, tapi istriku bilang perkataan bijak, orang kita mau berenang kok, mau kerja dimana? 

Thanks for :
@asusid dan @mirasahid.

#LiburanASikDenganLaptopASUS  
#2019PakaiZenbook  
#AsusxMiraSahid  

Selasa, 15 Januari 2019

Inspirasi Mbak Mira Sahid, Asus dan Akhir Tulisanku

(Part One) 
 
 
Sebenarnya ketika melihat dan mendengar perjuangan mbak Mira Sahid seakan terbakar rasanya dengan spiritnya yang pantang menyerah. Tak tahu jalan lengkap hidup Mbak Mira, tapi lewat tulisan-tulisan yang digoreskan alias diketik lewat Asus, jadi paham bagaimana awal kisah hingga menjadi seperti sekarang ini.

Saya-pun coba kepo-in tulisan paling awal, ternyata terbit di bulan Juni 2008. Dengan judul yang cukup menantang sekaligus sebagai bahan refleksi bahwa kita selalu berproses, baik itu dengan teman, tempat dan waktu, bahkan dengan pasangan sekalipun serta anak-anak yang sudah dipercayakan. Dan itulah ‘Perjalanan Hidup”.

Tahun 2008 hingga 2019, Itu artinya sudah lebih dari 10 tahun terus berkecimpung di dalam dunia tulisan hingga akhirnya bisa menjadi seperti sekarang. Jadi sosok yang berhasil di dalam dunia menulis hingga menjasi seperti sekarang, seorang blogger sejati, pembicara yang diundang ke mana-mana, ketemu dengan banyak orang serta menyebarkan banyak inspirasi khususnya ke emak-emak. Apalagi bisa menguatkan emak-emak yang mungkin sekarang kondisinya adalah single parent.


Beruntung ada lomba ini bertemakan, “Liburan Asik dengan Laptop Asus Zenbook UX391A” akhirnya bisa ketemu dengan Mbak Mira Sahid, meskipun bukan secara fisik tapi lewat perjalanan tulisannya akhirnya bisa tahu bahwa hidup itu memang proses.

Sama seperti Laptop buatan Asus yang selalu berproses dan menyesuaikan dengan segala kebutuhan dari pada konsumen. Ada yang suka model yang akhirnya dalam bentuk tablet, seperti yang aku miliki sekarang dan selalu kupakai untuk bekerja, tapi ada juga yang suka dalam bentuk laptop dengan segala kapasitas mumpuni di dalamnya.

ASUS Zenbook S UX-391_Burgundy_Red_06

Seperti Laptop Asus Zenbook UX391A ini yang merupakan laptop kelas atas dan tentu impian banyak orang. Punya kapasitas performanya yang sangat tinggi. Karena memang didukung oleh Intel Core TM terbaru yakni Core TMI7. Ditambah kapasitas boosting frekuensinya hingga 4 GHz apalagi dengan kekuatan RAM-nya hingga 16 Giga, itu artinya perpindahan datanya sangatlah kencang dan tidak butuh waktu lama jika mengerjakan aplikasi-aplikasi berat seperti editing foto ataupun video. Juga dengan kapasitas penyimpanan yang besar hingga 512 Giga  tentu tidak perlu pusing-pusing untuk segera memindahkan ke hardisk eksternal kita.

ASUS Zenbook S-UX391_Deep_Dive_Blue_WebPage

Desainnya juga keren, ringan, tipis, stylish dan satu yang penting kekokohan-nya. Sebab kita yang punya anak pasti mengerti bagaimana seandainya anak-anak kita beraksi dan tak sengaja menjatuhkan laptop tersebut. Jika laptop itu desainnya tidak kuat, maka habislah sudah laptop-nya, bergelimang dalam kehancuran alias rusak.

Dan laptop Asus Zenbook UX391A ternyata sudah didesain dengan performa kekuatan yang sangat jelas karena memang sudah tersertifikasi Military Grade Mil-STD 810G. Artinya laptopnya sangat kokoh dan jika tak sengaja terinjak, barangnya gak langsung pecah. Dimana pengalaman ini pernah kurasakan sendiri dengan laptop jenis lain.

Akhir Tulisanku

Lagi Buat Tulisan untuk Lomba ini

Baru-baru ini aku akhirnya fokus didalam menulis. Sudah kumulai dari tahun 2016 lalu, meski tidak rutin, dan satu kelemahannya, tidak punya laptop sama sekali. Akhirnya lebih sering pinjam punya kantor waktu itu dengan segala keterbatasan untuk memakainya. Sudah mulai rutin menulis, bahkan bisa dibilang sekarang hasil tulisanku sudah melebihi gaji yang kuterima setiap bulan dari kantorku.

 Bermodalkan Asus Transformer Book T101HA, itupun kudapatkan dengan harga second. Meskipun laptopnya bekas, ternyata kekuatan dan performanya juga sangat lumayan tinggi. Apalagi jika layarnya dilepas jadi bentuk tablet, seakan-akan kita punya style kelas atas gitu. Meskipun mereka gak tahu barang itu baru apa tidak.


Asus Setia Menemaniku @ruangkerja
Asus Transformer yang kumiliki sekarang ini akhirnya bisa mengantarkanku untuk bisa menulis, menyimpan dan mengatur seluruh folder-folder tulisanku. Dulu sewaktu belum punya, tak jarang flasdish yang jadi andalan. Tapi jika flasdishnya bermasalah atau hilang, maka habislah semua karya tulisanku tersebut.

Lah tulisan tentang liburannya dimana? Lihat di tulisan ke duanya yah Mbak Mira. Disitu kuungkap segala keseruanku bersama dengan laptop ASUS Transformer BOOK T101HA.


Kamis, 10 Januari 2019

Beda Pendidik, Anak, Bapa dalam Menghadirkan Kerajaan Allah, Kita Dimana?


 
Ternyata segala sesuatu kita punyai di dunia. Dan ketika segala sesuatu kita punyai, maka masihkah kita pantas untuk bermegah atau menyombongkan diri? Hal itu tertulis jelas di dalam surat Paulus Pertama ke Jemaat di Korintus pasal 3 ayat 21-23.

Karena itu jangalah ada orang yang memegahkan dirinya atas manusia, sebab segala sesuatu adala milikmu. Baik Paulus, Apolos,maupun Kefas, baik dunia, hidup maupun mati, baik waktu sekarang, maupun waktu yang akan datang. Semuanya kamu punya.

Tetapi satu yang penting, disamping apa yang kita punyai, ternyata kita adalah milik Kristus dan Kristus adalah milik Allah. Kemudian jelas dikatakan bahwa kita adalah ladangnya Allah, bangunannya Allah, baitnya Allah  sebab Roh-nya Allah diam di dalam kita.  Dan itu-pun berdasarkan Firman Allah yang sudah tertulis, :

Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka,  dan Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku (Im 26:12, Yeh 37:27, 1 Kor 3:16, 6:19, 2 Kor 6:16).

Tapi bagaimana Kerajaan Allah bisa hadir di dunia? Jika kita sebagai kawan sekerjanya Allah dan status kita memang demikian, ternyata kita bukan orang yang dapat dipercayai dan bukan hanya sekedar orang yang dapat dipercaya?

Sebab ternyata makna dua sebutan ini menjadi sangat beda hanya karena ada akhiran-‘i’ dibelakangnya. Dimana maknanya jika hanya sekedar dipercaya, intensitasnya mungkin hanya sekali. Sedangkan jika ada akhiran-i dibelakangnya, maknanya bisa berulang, berkali-kali dan ada suatu perasaan yang begitu sangat yakinnya pasti dimiliki oleh orang tersebut dan sangat teruji.

Berharap supaya pemandangan orang ke kita yakni sebagai hamba-hamba Kristus, dimana Allah bisa terus mempercayakan kita rahasia-rahasia-Nya Allah. Dan ujungnya-ujungnya kita akhirnya betul dikenal sebagai orang-orang yang dapat dipercayai.

Ternyata berdasarkan pemahamannya Paulus yang sudah dicerahkan dengan kuasa Kristus, mendapatkan sebuah pengertian bahwa sangatlah berbeda fungsi dan tanggung jawabnya diantara statusnya sebagai pendidik, sebagai anak dan sebagai bapa.

Dimana kita bisa banyak atau punya beribu-ribu pendidik di dalam Kristus. Tetapi hanya satu saja status sebagai seorang bapa yang kita punyai pada masing-masing kita. Yakni seorang bapa, dimana kita boleh pertama sekali dikenalkan kepada Injil, sehingga kita akhirnya bisa percaya kepada sang dasar yang paling utama di dalam kehidupan kita, yaitu Kristus, Yesus.

Dan kita sebagai rekan sekerjanya Allah punya dua kesempatan untuk membangun di atas dasar yang benar tersebut, yaitu Kristus. Apakah kita membangun dasar iman tersebut dengan emas, perak dan batu permata? Atau malah membangunnya dengan kayu, rumput kering atau jerami?

Jika ternyata kita lebih memilih membangun dasar bangunan tersebut, dimana kita sejatinya adalah bangunannya Allah ataupun ladangnya Allah, dengan kayu, rumput kering dan jerami, maka sesungguhnya kita sedang mempersiapkan sebuah kerugian besar di masa ketika Tuhan akan menguji pekerjaan kita tersebut.

Tapi jika kita lebih memilih membangunnya dengan emas, perak ataupun batu permata, maka seperti apa kata Firman, kita akan mendapatkan upah yang besar, atas kesetiaan kita tersebut. Sebab emas, perak ataupun batu permata tahan terhadap pemanggangan api. Sedangkan kayu, apalagi rumput kering dan jerami tentu akan langsung terbakar.

Kemudian sebagai  penanam, penyiang, ataupun penyiram, ternyata kita punya kedudukan yang sama di mata-Nya. Yang bisa membedakan kita, apakah pekerjaan kita akan terbakar atau tidak?  Dan Tuhan betul akan menguji semua pekerjaan kita tersebut lewat api.

Menjadi pendidik, anak atau bapa?

Ketiga hal ini sama-sama penting di dalam menghadirkan kerajaan Allah di dunia ini. Dan juga bukan bermaksud membandingkan dan menempatkan posisi yang satu lebih tinggi dari yang lain.Tapi lebih untuk memilih dan menekankan bahwa sungguh jauh lebih berharga untuk menjadi seorang bapa.

Sebab kita menjadi satu-satunya bapa di dunia yang akan tetap disebut dan diakui oleh Allah Bapa di surga atas anak-anak yang kita hasilkan lewat injil yang kita sampaikan kepadanya. Dimana dia akhirnya berubah dan memilih Yesus sebagai Tuhan dan juru selamatnya.

Bukankah tertulis bahwa Injil adalah kekuatan Allah untuk menyelamatkan dunia? Dan Injil menjadi satu-satunya jalan bagi dunia ini untuk bisa menghadirkan Kerajaan Allah nyata adanya di dunia ini.

Peran kedua yang juga sungguh merupakan kesempatan berharga, ketika kita bisa berperan sebagai seorang anak. Dimana ketika Paulus sudah mencoba menanamkan Injil tersebut tertanam bagi jemaat di Korintus, dia tidak serta merta meninggalkan jemaat tersebut sendirian.

Paulus sebagai bapa, segera mengirimkan anak-nya, Timotius. Anaknya yang kekasih dan setia di dalam Tuhan. Anak yang sudah dimuridkan dan melihat bagaimana Paulus di dalam melayani satu jemaat ke jemaat yang lain atau satu daerah ke daerah lain.

Dimana tetap menekankan unsur keteladanan di dalam kehidupan pelayanannya untuk bisa menolong orang lain bertumbuh dan akhirnya benar menjadi ladang-nya Allah, benar menjadi bangunan-nya Allah. Tentu Timotius sudah melihat bagaimana Paulus, bapa-nya itu kelaparan, kehausan, dipukuli. Ketika di maki malah memberkati, ketika dianiaya malah sabar, ketika difitnah malah menjawab dengan ramah.

Bahkan berani menyatakan bahwa kesempatannya sebagai seorang rasul, bukan merupakan posisi yang terhormat di hadapan-nya Allah malah berada di tempat yang paling rendah. Kemudian menyamakan dirinya hanya sebagai orang yang telah dijatuhi hukuman mati. Dan hanya menjadi tontotan dunia, manusia dan malaikat.

Hal itu dilakukan untuk bisa mengingatkan orang-orang Korintus bahwa untuk menjadi percaya kepada Kristus, bukan untuk sekedar gagah-gagahan, bukan untuk sekedar sombong-sombongan, bukan untuk sekedar membeda-bedakan, kamu dari golongan ini,kamu dari golongan itu. Sebab akhirnya memang pecah jemaatnya Korintus, ada yang merasa dirinya golongan Apolos dan ada yang merasa dirinya golongan Paulus.

Dengan teladan yang dilihat dari sang bapa, ada sama si anak, tentu setiap pernyataan firman akan lebih cepat dihidupi, lebih cepat masuknya, daripada hanya sekedar diketahui, dan akhirnya didiamkan begitu saja, tanpa adanya buah.

Menjadi Pendidik di dalam Kristus. Peran ini tentu bisa masuk dalam tahapan penyiraman, ataupun penyiangan suatu ladang-nya Kristus yaitu kita atau jemaat-Nya. Peran ini baik adanya, tapi setidaknya ketika kita sudah mendapatkan status sebagai seorang pendidik di dalam Kristus, kenapa tidak meningkatkan peran kita yang lebih besar dan mungkin lebih terhormat lagi, ketika kita bisa mengambil bagian untuk menjadi seorang anak, dan bahkan menjadi seorang bapa?

Penulis adalah pelayan desa dalam komunitas pesat, pemerhati masalah sosial, politik. pendidikan dan karakter
 

4 Aspek Ancaman di Hidup Kita dan Covid 19

(Hizkia Bagian satu- Yesaya 36) Siapa yang tidak pernah mendengarkan kata-kata ancaman dalam tiap kehidupan kita? Bisa dipastika...